27 September 2026

Cerita Rakyat Setempat

15 January 2026

DAPOBUD-OPK: Tradisi Lisan,

1. Watu Manten (Batu Besar di Padukuhan Kemirikebo)

Cerita tentang arak-arakan mantenan dimana pengantinnya diarak dan menghilang secara misterius di sepasang batu besar.

2. Adu Miri

Cerita tentang permainan tradisional jaman dahulu diantara orang-orang sakti pada jamannya, yang beradu kesaktian dengan menggunakan bumbu kemiri yang dimaksukkan kedalam bamboo dengan jaminan dua ekor kerbau.

3. Pusung 

Tanah pelungguh yang diapit dua sungai, yang berlokasi di jembatan Donokerto. Tanah ini ditanami pohon padi dan disetiap panen diharuskan penyembelihan ayam. Tanda ada penyembelihan padi tidak dapat diolah menjadi beras.

4. Monumen Simon Slamet (Makam Simon Slamet)

Simon Slamet “Monumen”, Monumen ini berada di Padukuhan Daleman, Somoitan Girikerto, Turi. Dimana sebuah kisah perjuangan pemuda Girikerto yang ikut membela tanah air. Kemerdekaan merupakan harapan yang diinginkan, tanpa ada senjata dengan tekad keberanian dan rasa cinta tanah air. Simon Slamet menjadi salah satu pemuda yang menjadi korban penjajah. Dan dibuatlah monument sebagai rasa penghormatan kepada beliau agar bias di hargai oleh generasi penerus.

5. Karang Wening (Mata Air Karang Weding di Padukuhan Karanggawang)

Air sumber Karang Wening yang digunakan untuk menyucikan Kalurahan saat merti dusun, karena dianggap masih murni dan tidak pernah kering meski musim kemarau melanda.

6. Sendhang Panguripan (Tombak bermata dua)

Sendhang yang berada di Padukuhan Nangsri yang digunakan untuk pengambilan air saat Upacara Adat Ngrowhod

7. Tegalpanggung (Tegalan dan Panggung)

Sebuah padukuhan di Kalurahan Girikerto yang dulunya berupa tegalan dan terdapat panggung, yang dulu digunakan prajurit keraton untuk berburu dan tempat peristirahatan di keratuan.

8. Cepit (Dusun Cepit)

Sebuah dusun di Padukuhan Tegalpanggung yang tercepit/ tidak ada akses jalan keluar dan masuk

9. Batu Gong, Batu Lumpang, Arca Ganesha (Dusun Glagahombo)

Berada di Padukuhan Glagahombo