Girikerto adalah salah satu kalurahan di Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada mulanya Kalurahan Girikerto merupakan wilayah yang terdiri dari 4 (empat) Kelurahan yakni : Kalurahan Tanggung, Kalurahan Ngandong, Kalurahan Nangsri Lor, dan Kalurahan Kemirikebo.
Berdasarkan maklumat Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 1946 mengenai Pemerintahan Kelurahan, maka kalurahan-kalurahan tersebut kemudian digabung menjadi satu kalurahan otonom dengan nama Kalruahan Girikerto. Girikerto kemudian secara resmi ditetapkan berdasarkan Maklumat Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 5 Tahun 1948 tentang Perubahan Daerah-Daerah Kelurahan. Pada masa berjalannya pemerintahan dipimpin oleh beberapa orang sampai dengan saat ini, kiprah yang diberikan sangatlah bagus karenan membawa dari zaman ke zamannya dengan gaya dan tata cara memimpin yang berbeda.
Sejak tahun 1948 ini Pemerintah Kalurahan Girikerto dipimpin diantaranya sebagai berikut :
| TAHUN PERIODE | |
| M. Ng Radiyo Hadisugondo | 1948 – 1986 |
| Ibnu Pratiknyo | 1989 – 1998 |
| Soeharto, BA | 1999 – 2013 |
| H. Sumaryanta, S. H. | 2013 – 2019 |
| H. Sudibya, S. Pd | 2020 – sekarang |
Dari masa ke masa pemerintah kalurahan berubah menjadi lebih baik dan tertata dengan mengimbangi perkembangan zaman yang serba modern dengan pengembangan teknologi dan pemerintahannya pun mengalami perubahan dengan kebijakan dan regulasi yang mengikat dan tertib.
Peta dusun wilayah Kalurahan Girikerto:

B. Letak Geografis dan Kesampaian Daerah
Kalurahan Girikerto berada di bagian Utara wilayah Kabupaten Sleman. Padukuhan yang terletak paling Utara adalah Ngandong, sedangkan paling Selatan adalah Karanggawang. Padukuhan Pancoh dan Sukorejo terletak di bagian paling Timur sedangkan padukuhan yang terletak di bagian Barat adalah Babadan.
Seluruh wilayah dapat dicapai dengan kendaraan bermotor roda dua dan atau roda empat. Jarak dengan pusat pemerintahan adalah 3 km dari ibu kota Kapanewon; 11 km dari Ibu Kota Kabupaten; dan 22 km dari Ibu Kota Propinsi.

Batas administratif dan pembagian wilayah Kalurahan Girikerto dan pembagian wilayah kalurahan berdasarkan padukuhan sampai kepada RT/RW digolongkan dengan jumlah penyebaran kondisi kewilayahan yang luas disertai dengan jumlah penduduk yang cukup banyak.
Batas wilayah Kalurahan Girikerto adalah sebagai berikut:
– Sebelah Utara berbatasan dengan Gunung Merapi (TNGM)
– Sebelah Timur berbatasan dengan Kalurahan Purwobinangun, Pakem
– Sebelah Selatan berbatasan dengan Kalurahan Donokerto
– Sebelah Barat berbatasan dengan Kalurahan Wonokerto
Wilayah Kalurahan Girikerto terbagi dalam 13 Padukuhan yaitu :
| Nama Padukuhan | Nama Kampung |
| Ngandong | Ngandong, Tritis, Relokasi Pelem |
| Nganggring | Nganggring, Sidorejo, Tegalsari, Bening |
| Kloposawit | Kloposawit, Pelem, Jineman |
| Kemirikebo | Kemirikebo |
| Sukerejo | Sukorejo, Cepit, Tegal Panggung |
| Pancoh | Pancoh Wetan, Pancoh Kulon |
| Nangsri | Nangsri Lor, Nangsri Kidul, Soprayan |
| Bangunmulyo | Kuncen, Bangunmulyo |
| Babadan | Babadan, Sorowangsan |
| Glagahombo | Glagahombo Wetan, Glagahombo Kulon, Tanggung |
| Daleman | Somoitan, Ponosaran Lor, Daleman |
| Surodadi | Surodadi Lor, Nglempong, Bayan |
| Karanggawang | Karanggawang, Ponosaran Kidul |
C. KONDISI ALAM
- Luas Wilayah
Luas wilayah Kalurahan Girikerto adalah: 1.002,9726 Ha. Luasan tersebut terdiri dari:
| Persawahan | : 354,6298 Ha. |
| Ladang/Tegalan | : 385,0975 Ha. |
| Pemukiman, sarana | : 263,2453 Ha. |
| JUMLAH | : 1.002,9726 Ha |
Jumlah luasan ini jika ditambah dengan daerah yang telah dikosongkan yaitu daerah Pathuk dan Kumpulrejo dengan luasan Tegalan 57,63795 Ha, dan pekarangan seluas 309,7433 Ha. Sehingga luasan total adalah 1240,7526 Ha.
- Topogafi
Kalurahan Girikerto berada di lereng Merapi pada ketinggian antara 400 s/d 975 dpl, sebagian besar wilayahnya adalah pertanian lahan kering (kebun) dengan kondisi kelerengan antara 150 s/d 300.
Kondisi alamnya cenderung datar dengan sedikit cekungan pada alur sungai. Kondisi tanah umumnya berpasir dengan lapisan subur kira-kira 20 cm.
- Hidrologi
Secara umum kondisi hidrologi di wilayah Kalurahan Girikerto terbagi dalam dua kondisi yakni wilayah kering dan wilayah basah. Wilayah kering dimaksud tidak memiliki sungai permanen, yang meliputi 3 (tiga) padukuhan bagian Utara yaitu Ngandong, Kemirikebo, dan Nganggring. Di wilayah ini terdapat mata air, tetapi karena kondisi morfologi dan topografinya tidak dapat mengalir ke daerahnya sendiri, sehingga saat musim kemarau sering terjadi kekeringan.
Dua padukuhan yaitu Kloposawit dan Sukorejo sebagian wilayahnya (bagian Utara) termasuk kondisi kering, namun bagian selatannya termasuk wilayah basah.
Wilayah basah meliputi 8 padukuhan dengan kondisi air yang cukup bahkan pada musim kemarau. Dari sumber-sumber mata air yang ada, mengalir beberapa sungai seperti Pengging, Sempor, Adem, Duren, Denggung yang mencukupi kebutuhan irigasi pertanian 10 padukuhan yang berada di bagian lebih rendah. Beberapa sumber air tanah dimanfaatkan oleh warga di hampir seluruh padukuhan untuk mencukupi kebutuhan air bersih rumah tangga.
- Geologi
Wilayah Kalurahan Girikerto merupakan daerah lereng di kaki Gunung Merapi yang secara keseluruhan permukaannya tersusun oleh endapan vulkanik Gunung Merapi, yang telah mengalami pelapukan rendah sampai tinggi.
Lima padukuhan bagian Utara memiliki kondisi tanah berpasir dengan porositas sedang sampai tinggi. Delapan padukuhan yang lain didominasi tanah hasil pelapukan tinggi endapan vulkanik dan menjadi daerah pertanian yang subur.
Iklim di Kalurahan Girikerto termasuk tropis basah (daerah medium) dengan curah hujan rata- rata 22 mm. Sedangkan temperatur udara terendah mencapai 170 C dan tertinggi 310 C.
- Flora dan Fauna
Kondisi tanah yang subur memungkinkan segala jenis tanaman tumbuh dengan baik. Selain salak pondoh, yang menjadi komoditas utama, sayuran, buah-buahan dan berbagai tanaman keras tumbuh dengan baik.
Jenis Fauna berupa hewan piaraan, sedangkan hewan liar berupa jenis burung. Namun populasi dan jenis burung liar saat ini tidaklah banyak. Pemerintah setempat mengantisipasi dengan aturan pelarangan perburuan untuk hewan yang dilindungi.
- Kondisi Alam
Kondisi alam Kalurahan Girikerto merupakan daerah pertanian, perkebunan, tegalan/ladang dan hutan. Daerah hutan berada pada posisi paling Utara di kaki Gunung Merapi, yang kemudian dikenal sebagai TNGM (Taman Nasional Gunung Merapi). Selanjutnya ke arah Selatan didominasi tegalan berada di sebagian besar wilayah dari 3 (tiga) padukuhan yaitu Ngandong, Nganggring, dan Kemirikebo, sebagian kecil pedukuhan Kloposawit dan Sukorejo. Selebihnya berupa daerah pertanian subur yang berada di 8 (delapan) padukuhan.

