Girikerto – Program Padat Karya Jogja Istimewa Tahun 2026 di Kalurahan Girikerto akan difokuskan pada pembangunan tanggul dan talud di kawasan Balai Budaya Girikerto. Kegiatan tersebut mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp175 juta yang bersumber dari Dana Keistimewaan DIY.

Dalam sosialisasi yang dilaksanakan di Bale Kalurahan Girikerto pada hari Jumat (19/06/2026) lalu, dijelaskan bahwa alokasi anggaran terdiri atas 45 persen untuk upah tenaga kerja, 5 persen untuk biaya pendukung, dan 50 persen untuk pengadaan material seperti pasir, batu, dan semen.
Program ini melibatkan sebanyak 60 tenaga kerja yang terdiri atas 2 mandor, 8 tukang, dan 50 pekerja. Seluruh pekerja akan melaksanakan pekerjaan selama 18 hari dengan jam kerja minimal 5 jam dan maksimal 10 jam per hari. Selain itu, seluruh peserta juga mendapatkan perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan.

Ulu-Ulu Girikerto, Agus Tri Wibowo, menyampaikan bahwa volume pekerjaan pembangunan tanggul mencapai 120 meter kubik dan mulai dikerjakan pada Senin (22/6/2026).
“Total volume pekerjaan yang akan dikerjakan mencapai 120 meter kubik dengan durasi pelaksanaan selama 18 hari. Untuk mempercepat dan mengefektifkan pekerjaan, tenaga kerja akan dibagi menjadi dua kelompok,” terang Agus Tri Wibowo.

Pembangunan tanggul ini diharapkan mampu mendukung fungsi Balai Budaya Girikerto sebagai pusat kegiatan masyarakat. Selain memberikan manfaat berupa peningkatan kualitas infrastruktur, program padat karya juga diharapkan dapat membantu meningkatkan pendapatan warga yang terlibat selama pelaksanaan kegiatan.
Ke depan, keberadaan tanggul tersebut diharapkan dapat menunjang pemanfaatan kawasan Balai Budaya Girikerto yang selama ini digunakan untuk berbagai kegiatan sosial, budaya, dan kemasyarakatan.

