{"id":597,"date":"2024-12-09T14:44:11","date_gmt":"2024-12-09T07:44:11","guid":{"rendered":"https:\/\/girikertosid.slemankab.go.id\/home\/?page_id=597"},"modified":"2025-01-15T09:35:48","modified_gmt":"2025-01-15T02:35:48","slug":"asal-usul-dusun-kemirikebo","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/girikertosid.slemankab.go.id\/home\/asal-usul-dusun-kemirikebo\/","title":{"rendered":"Asal Usul Dusun Kemirikebo"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"833\" height=\"475\" src=\"https:\/\/girikertosid.slemankab.go.id\/wp-content\/uploads\/sites\/26\/2024\/12\/image.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-598\" srcset=\"https:\/\/girikertosid.slemankab.go.id\/wp-content\/uploads\/sites\/26\/2024\/12\/image.png 833w, https:\/\/girikertosid.slemankab.go.id\/wp-content\/uploads\/sites\/26\/2024\/12\/image-300x171.png 300w, https:\/\/girikertosid.slemankab.go.id\/wp-content\/uploads\/sites\/26\/2024\/12\/image-768x438.png 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 833px) 100vw, 833px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><sub><em>source image: kabarjogja<\/em><\/sub><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dahulu kala, di kaki Gunung Merapi, terdapat sebuah dusun yang kecil dan damai. Dusun ini menghadapi tantangan besar setiap kali&nbsp;<strong>musim kemarau<\/strong>&nbsp;berkepanjangan datang, menyebabkan kekeringan parah dan kesulitan bagi warga. Namun, berkat usaha dan kesabaran seorang tokoh bijaksana bernama Kyai Sapu Jagad, dusun ini mendapatkan sumber kehidupan baru, yaitu Sendhang Panguripan, sebuah mata air yang mampu memberikan kehidupan di tengah kekeringan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kyai Sapu Jagad adalah seorang tua yang penuh hikmah. Bersama sahabatnya, Ki Jajak, mereka selalu bersyukur kepada Tuhan atas anugerah yang telah diberikan. Sendhang Panguripan menjadi sumber air yang sangat dibutuhkan warga dusun untuk bertahan menghadapi musim ketiga yang berkepanjangan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah beberapa waktu, Kyai Sapu Jagad berpamitan kepada Ki Jajak untuk melihat keadaan di daerah sekitar Gunung Merapi. Dengan langkah lemah karena usianya yang sudah tua dan tubuh yang kelelahan akibat kurang makan dan tidur, Kyai Sapu Jagad berjalan menembus semak-semak kering menuju utara. Ia hanya membawa sedikit air, tanpa bekal makanan, karena memang waktu itu belum ada&nbsp;<strong>pemetu&nbsp;<\/strong>maka hanya bawa air untuk diminum.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menjelang petang, Kyai Sapu Jagad merasa terlalu lelah dan memutuskan untuk beristirahat di bawah pohon besar yang sudah kering, tak berdaun. Tanpa disadari, ia tertidur, dan ketika terbangun, malam sudah mencapai puncaknya. Seperti biasanya, di tengah malam, ia berdoa memohon kekuatan dan perlindungan dari Tuhan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saat ayam mulai berkokok, Kyai Sapu Jagad masih duduk-duduk di tempatnya. Ia merasakan sesuatu yang mengganjal di tempat duduknya, seperti duduk di&nbsp;<strong>Krakalan,&nbsp;<\/strong>. Ketika diperiksa, ternyata itu adalah buah kemiri. Ia kemudian menyadari bahwa pohon besar yang sudah kering di dekatnya adalah pohon kemiri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika tiba waktunya&nbsp;<strong>repet-repet saput siti<\/strong>&nbsp;, terdengar suara aneh dari arah timur, seperti suara &#8220;ngek-ngek.&#8221; Dengan penasaran, Kyai Sapu Jagad mencari asal suara tersebut. Tak jauh dari sana, ia menemukan sebuah kandang kerbau yang di dalamnya terdapat sepasang kerbau, jantan dan betina, serta anak mereka. Namun, tragisnya, kedua kerbau dewasa itu sudah mati kelaparan, sementara anak mereka masih hidup, menyusu pada ibunya yang sudah tak bernyawa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kyai Sapu Jagad merasa iba melihat anak kerbau tersebut. Ia memberi anak kerbau itu minum air yang dibawanya dari Sendhang Panguripan dan memberinya makan buah kemiri yang ia temukan. Ajaibnya, setelah memakan buah kemiri, anak kerbau itu terlihat lincah dan kembali bertenaga. Sejak saat itu, tempat tersebut dikenal dengan nama&nbsp;<strong>&#8220;Kemiri Kebo,&#8221;<\/strong>&nbsp;sebagai tanda keberkahan yang diberikan oleh buah kemiri kepada kerbau kecil tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melihat lahan di sekitarnya yang kering dan tandus, Kyai Sapu Jagad memutuskan untuk tinggal sementara di sana. Ia merasa bahwa tempat tersebut memiliki potensi untuk menjadi subur. Meskipun biji-biji tanaman yang dibawanya dari Kraton tidak langsung tumbuh, Kyai Sapu Jagad tidak menyerah. Ia terus berusaha mengolah tanah hingga akhirnya, setelah berbulan-bulan, tumbuh tunas-tunas hijau yang menandakan kehidupan baru. Tempat itu kemudian dikenal sebagai&nbsp;<strong>&#8220;Ledhok Karang,&#8221;<\/strong>&nbsp;yang berarti pekarangan hijau di tanah rendah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Suatu hari, ketika matahari hampir tenggelam, Kyai Sapu Jagad sedang duduk di tempatnya, tiba-tiba terdengar suara gong kecil, tetapi ia tidak dapat mengetahui asal suaranya. Lalu, terdengar suara teriakan yang penuh kepanikan. Seorang lelaki bernama Pak Kawit, bersama istrinya, Nyi Sumir, berteriak mencari anak mereka, Sirep, dan menantunya, Tugi, yang hilang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kyai Sapu Jagad dengan tenang mendengarkan keluhan mereka. Setelah diam sejenak, ia merasa mendapat petunjuk untuk berjalan ke utara. Maka, ia mengajak Pak Kawit dan Nyi Sumir mengikuti petunjuk itu. Meskipun malam sudah gelap, mereka melangkah perlahan melalui hutan kering yang penuh dengan kayu tumbang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di tengah perjalanan, Kyai Sapu Jagad memutuskan untuk beristirahat sejenak di dekat sebuah batu besar yang samar-samar terlihat oleh cahaya bintang. Ia meminta Pak Kawit dan Nyi Sumir untuk berdoa, memohon pertolongan kepada Tuhan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tiba-tiba, terdengar suara anak-anak memanggil, &#8220;Bapak, Ibu!&#8221; Suara itu ternyata milik Sirep dan Tugi yang duduk di atas batu besar tersebut, mengenakan pakaian yang indah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mereka segera turun dan memeluk orang tua mereka sambil menangis haru. Batu besar itu kemudian dikenal sebagai&nbsp;<strong>&#8220;Watu Manten,&#8221;<\/strong>&nbsp;sebagai tanda pertemuan kembali yang penuh keajaiban antara Sirep dan Tugi dengan orang tua mereka.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sejak kejadian itu, daerah di sekitar&nbsp;<strong>&#8220;Kemiri Kebo&#8221;<\/strong>&nbsp;dan&nbsp;<strong>&#8220;Watu Manten&#8221;<\/strong>&nbsp;menjadi subur dan makmur. Warga dusun percaya bahwa keberkahan datang berkat doa dan keteguhan hati Kyai Sapu Jagad, yang selalu berusaha menjaga kehidupan di tengah segala kesulitan. Hingga kini, nama-nama tempat itu masih diingat sebagai bagian dari asal-usul desa yang penuh keajaiban.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dahulu kala, di kaki Gunung Merapi, terdapat sebuah dusun yang kecil dan damai. Dusun ini menghadapi tantangan besar<\/p>\n","protected":false},"author":25,"featured_media":0,"parent":0,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"footnotes":""},"class_list":["post-597","page","type-page","status-publish","hentry"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/girikertosid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/597","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/girikertosid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/girikertosid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girikertosid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/users\/25"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girikertosid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=597"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/girikertosid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/597\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":599,"href":"https:\/\/girikertosid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/597\/revisions\/599"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/girikertosid.slemankab.go.id\/home\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=597"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}